Halsel – Kepala Desa Loleo mekar, Kecamatan Kasiruta Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Ilham Lakoda diduga sunat Dana santunan kematian (BPJS JKM) secara sepihak.
Kasus ini kembali mencuat setelah pengakuan dari ahli waris kaidat saleh istri dari ALM Bugis tuhateru warga desa Loleo mekar, bahwa uang santunan kematian yang berjumlah 42 juta dicairkan lewat rekening ahli waris didampingi kades, menurut keterangannya uang itu hanya di berikan 20 juta dan sisa 22 juta dipotong oleh Ilham Lakoda (kades).
Lanjut Kaidat Saleh uang 20 juta yang di terima dari Kades dipotong lagi 5 juta hinga dia (ahli waris) hanya menerima 15 juta sampainya di kampung kades kembali mendatangi Ahli waris dan meminta lagi uang sisa 10 juta untuk dia simpan dengan alasan yang tidak jelas, sehingga uang yang bersih yang diterima dari Dana santunan kematian dari suaminya hanya 5 juta.
Atas perbuatan ini Ahli waris merasa di korbankan atas pemotongan dana santunan BPJS JKM sebesar 27 juta.
Kasus ini memicu kemarahan warga desa Loleo mekar, masyarakat mendesak bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Basam kasuba, untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap Ilham Lakoda.
Menurut salah satu tokoh masyarakat yang enggan menyebutkan namanya, mengatakan: kasus seperti ini merupakan kasus kejahatan dan pembodohan terhadap masyarakat, santunan kematian BPJS JKM yang seharusnya diterima oleh ahli waris dengan jumlah 42 juta, namun kenyataan dilapangan ahli waris hanya menerima Rp.15 juta dan itupun kades masih mengambil kembali Rp.10 juta dengan alasan simpan, sehingga total ahli waris yang terima dana santunan kematian ini hanya 5 juta yang terpakai.
Kalau kepala desa berani menahan Hak Ahli Waris warganya sendiri ini penghianatan terhadap masyarakat kami mendesak Bupati segera copot Kepala Desa Loleo Mekar.
Jabatan publik adalah amanah yang seharusnya dijaga, bukan alat untuk memperkaya diri sendiri.
Masyarakat juga berharap kades Loleo mekar terbuka terhadap ahli waris tentang besaran dana santunan kematian BPJS sehingga tidak terkesan adanya pembodohan, kasus seperti ini harus menjadi pelajaran penting bagi Ilham Lakoda ( kades ) bahwa setiap hak masyarakat harus diberikan sesuai dengan besarnya.
Hingga saat ini kades Loleo mekar masih dalam upaya konfirmasi, nomor lewat WhatsApp yang dihubungi juga belum aktif hingga berita ini dinaikan belum ada tanggapan resmi dari kades.
( Haris Adingku )













