Steelton, Pennsylvania : supremasihukum.net | 17-5-2026. Masyarakat Aceh di Amerika Serikat kembali menunjukkan kuatnya solidaritas dan semangat kebersamaan di perantauan.
Tepat 18 hari setelah bangunan gereja dibeli melalui Aceh Community Center (ACC), warga Aceh mulai bergotong royong melakukan pembersihan dan penataan bangunan yang akan dialihfungsikan menjadi Meunasah Aceh di Steelton, Pennsylvania, Jumat (15/5/2026).
Sejak pukul 08.00 pagi hingga sore hari, puluhan masyarakat Aceh tampak bekerja bersama membersihkan bagian dalam dan luar bangunan.
Berbagai perlengkapan kebersihan dibawa secara swadaya, sementara sebagian warga lainnya membantu pengangkutan barang serta menyiapkan konsumsi bagi para relawan.
Suasana kekeluargaan begitu terasa selama kegiatan berlangsung.
Tidak ada perbedaan status ataupun kelompok, seluruh masyarakat larut dalam semangat gotong royong khas Aceh yang selama ini menjadi identitas kuat masyarakat Aceh di mana pun berada.
Perlahan, tata ruang bangunan gereja mulai disesuaikan dengan fungsi barunya sebagai meunasah atau pusat ibadah masyarakat Aceh.
Proses saat ini masih difokuskan pada pembersihan bangunan dan pemindahan berbagai atribut lama gereja yang sudah tidak digunakan lagi.
Masyarakat sekitar disebut menyambut baik perubahan fungsi bangunan tersebut.
Kehadiran Meunasah Aceh dinilai akan memberi manfaat sosial sekaligus mempererat hubungan masyarakat Aceh dengan warga sekitar di kawasan Steelton.
Koordinasi kegiatan gotong royong dan renovasi sementara ini dipimpin langsung oleh staf ACC bersama masyarakat Aceh setempat.
Bangunan yang berada di Steelton, Pennsylvania itu hanya berjarak sekitar 10 menit dari Harrisburg.
Kawasan Harrisburg sendiri selama ini dikenal luas di kalangan diaspora sebagai “Gampong Aceh di America” karena banyaknya warga Aceh yang tinggal dan menetap di daerah tersebut.
Keberadaan Meunasah Aceh ini nantinya tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial, budaya, pendidikan agama, hingga ruang mempererat silaturahmi masyarakat Aceh di perantauan.
Bagi masyarakat Aceh di Amerika, meunasah bukan sekadar bangunan fisik.
Ia menjadi simbol identitas, persatuan, serta pengingat kampung halaman, yang tetap hidup meski berada di ribuan kilometer dari tanah rencong.
Insya Allah, Meunasah Aceh di Steelton akan menjadi tonggak baru kebersamaan Masyarakat Aceh di Amerika Serikat.
( Muhammad Nur Ismail )











